link untuk mendapatkan dollar gratis, klik dan buatlah akun ya

Kamis, 10 Desember 2009

GAYA DAN KEBAHASAAN DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


RAHMAT KALIGRAFI
20207877

BAHASA

Pola Penyajian
Karakteristik Bahasa
Ejaan
Paragraph

Pola penyajian Artikel
Essai formal
Berpola laporan tulis
Pembahasan sistematis
Pembahasan memadai


Essai Formal

• Semua pernyataan melaui kalimat dalam paragraf
• Tidak ada pernyataan dalam bentuk numerikal
• Tidak ada pernyataan dalam bentuk butiran


Kurang tepat

Campuran di atas akan menghasilkan:
1. Filter
2. Flexibelizer
3. Diluent
4. Extender
Lebih Tepat
Campuran di atas akan menghasilkan
(1) filter,
(2) flexibilizer,
(3) diluent, dan
(4) extender
Atau
Campuran di atas akan menghasilkan filter,
flexibilizer, diluent, dan extender





2. Berpola laporan tulis

Paparan dalam bentuk eksposisi, bukan narasi dan bukan argumentasi

Menggunakan bahasa tulis, bukan bahasa lisan

Ilustrasi (tabel/gambar) berangkat dan kembali pada uraian

Contoh bahasa lisan

Mutu suatu tulisan termasuk artikel ilmiah ditentukan oleh 3 hal yaitu: 1) isi yang disajikan, 2) teknik penyajian, dan 3) bahasa sebagai medianya. Tetapi di sini, kompetensi Bahasa Indonesia yang begitu besar dalam penulisan artikel hanya diungkap sekelumit atau sedikit saja. Kenapa kompetensinya hanya disajikan sekelumit saja? Karena yang ditampilkan pada tulisan ini hanya garis besar peran Bahasa Indonesia dalam penyususnan judul artikel, bodi, serta penutup artikel. Atau yang yang diungkap ini tidak sampai mendasar meliputi data tulis ejaan, tata kata, tata kalimat,…….

3. Pembahasan sistematis

Pola urutan waktu
Pola urutan proses
Pola urutan tempat
Pola urutan objek
Pola urutan sistemik
Pola urutan logis

4. Pembahasan memadai
Pembahasan suatu gagasan perlu
memadai.

Contoh
Fermentasi nira nipah menjadi etanol:
1). Penyiapan starter
2). Penyiapan medium fermentasi
3). Proses fermentasi

Karakteristik Bahasa Artikel

1. Logis
2. Lugas
3. Jelas
4. Formal
5. Objektif
6. Konsisten
7. Bertolak dari gagasan

LOGIS
Mampu digunakan secara tepat untuk
mengungkapkan berfikir logis.
Hubungan antargagasan jelas.
Pilihan kata tepat dan tidak bubazir.

Perhatikan
Data terkini mengenai penderita demam malaria di Riau adalah dari desa Belaras yang menunjukkan angka tinggi

Lugas dan ringkas
Langsung
Tidak basa-basi
Tidak bersastra

Contoh
Penelitian ini tidak bisa dikatakan ringan bobotnya.
Data yang digunakan untuk menjawab semua permasalahan yang ada dalam penelitian ini ada dua, yaitu X dan Y.

OH, JELAS

Kalimat singkat, padat, jelas.
Gagasan yang disampaikan jelas.
Hindari kalimat berkepanjangan.

Perhatikan!
Penelitian yang akan dilakukan ini adalah mengindentifikasi ada tidaknya sikap konsumtif pada isteri pejabat di Pekanbaru.

Kalimat tidak jelas

Sejak ditemukannya proses methanol to gasoline (MTG)
oleh perusahaan munyak pemegang paten dari Amerika
Serikat yang membuat sintesa kristal zeolit sebagai ZSM-5

Akibat bukaan pintu mamenimbulkan vena contracta di hilir pintu sehingga kedalamannya: h2=Cc.a

Proses fermentasi dengan aerob yaiyu dengan
menggunakan kapas dan kertas saring, sehingga
diharapkan terjadi kontak antara oksigen dalam udara
dengan medium fermentasi.

OBJEKTIF : bertolak dari gagasan

Fokuskan pada gagasan
Hindari kata-kata kita, kami, penulis!
Hindari subjektif dan emosional!

Perhatikan
Kita menyadari betul betapa pentingnya data
dalam penelityian ini.

Disadari betul pentingnya data dalam
penelitian ini.

Ini formal dan teknis

Kalimat lengkap (S + P)
Bentukan kata benar
Istilah teknis keilmuan

Perhatikan!
Menurut Nasution (2004) menyatakan
bahwa kerang Anadara di Bagan Siapi-api
dapat memijah sepanjang tahun.

IKUTI EYD

• Setiap kata ditulis terpisah dari kata lainnya, keculai kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Misalnya pascapanen, suprastruktural
• Tanda baca ditulis rapat dengan huruf depannya. Contoh: pergi!, Pergi?
• Kata hubung antarkalimat diikuti koma. Contoh: Oleh karena itu, …………
• Tidak ada jarak antarhuruf dalam sebuah kata. Contoh: P E M B A H A S A N
• Huruf mring dipakai untuk 1)menegaskan kehususan, 2)menulis kata asing. Bukan cetak tebal.
• Anak kalimat mendahului induk diberi koma. Contoh: Karena sulit, pembahasan dijadikan satu
• Kata tetapi, sedangkan, yaitu dsb. Dalam kalimat majemuk didahului koma. Contoh: ……dua, yaitu angket dan tes atau biasa juga dipakai (:) … dua: angket dan tes

Kata Depan di dan ke

Kata depan di dan ke sering ditulis salah dalam penulisan karya-karya ilmiah. Di dan ke dalam bahasa Indonesia berfungsi ganda, yaitu sebagai kata depan dan sebagai awalan.
Di sebagai awalan dapat diberikan contoh sbb:
Contoh: digantung, dibawa, dijaring, dibaca, diejek, didakwa, dll.
Di yang berfungsi sebagai kata depan adalah sbb:
Contoh: di atas, di dalam, di Bangkinang, di Kampus, di laut, dll.
Ke yang berfungsi sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengiringinya.
Ke sebagai imbuhan biasanya berbentuk kata benda.
Contoh: kekasih, ketua, kedinginan, kepagian, kebingungan, dll.
Ke yang berfungsi sebagai kata depan biasanya menyatakan arah dan tujuan.
Contoh: ke Bangkinang, ke belakang, ke dalam, ke luar negeri, dll

Penulisan Kata Turunan

Gabungan kata yang hanya mendapatkan awalan atau akhiran biasanya ditulis dengan tetap.
Mis: mebuka diri, berjabat tangan, garis bawahi, dll.
Gabungan kata yang telah mendapatkan
awalan dan akhiran, maka ditulis menyatu.
Mis: menandatangani, menggarisbawahi,
pertanggungjawaban, dll
Penulisan Unsur serapan

Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain baik dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan taraf integrasinya unsur pinjaman ada dua golongan: 1- unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap(resuffle,
shuttle cock). Pengucapannya masih mengikuti cara
asing.
2- unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya
disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Ejaannya hanya
diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat
dibandingkan dengan bentuk asalnya:

Belanda
haemoglobin hemoglobin
komfoor kompor
Inggris
gouverneur gubernur
contour kontur


CARA MERUJUK PUSTAKA

(A). Untuk menyusun laporan ilmiah gunakanlah pustaka primer
(Malajah ilmiah, monograf, jurnal, dll), dan hindari buku ajar.
(B). Pada dasarnya ada 2 cara mengacu pustaka:
1. Sistem menuliskan nama pengarang pada teks.
2. Sistem pencantuman nomor pustaka.
(C). Cara merujuk pada pustaka dapat digunakan dengan cara berikut:
Menurut Ortega dan Sutherland (1992), recruitmen oyster
Crassostrea virginica di perairan utara Carolina terjadi pada bulan
Agustus dan September.
Ortega dan Sutherland (1992) melaporkan bahwa recruitmen
oyster Crassostrea virginica .....................
Recruitmen oyster Crassostrea virgincta .........(Ortega dan
Sutherland 1992).

Daftar Pustaka dengan sistem nomor urut dalam teks.

Untuk meningkatkan jumlah populasi oyster dari Carolina utara, maka devisi perikanan laut memperkenalkan program cultch planting pada akhir tahun 1940-an 1 Program tersebut telah terbukti sebagai cara untuk meningkatkan densitas oyster bila overharvesting memusnahkan substrat tempat oyster menempel 2.

1. Munden, F. H. 1981. North Carolina oyster rehabilitation technical services. North Carolina Departement of Natural Resources and Community Development. Completion report. Morehead City North Carolina. 41 p.

2. Abbe, G. R. 1988. Population structure of the American oyster, Crassostrea virginica on an oyster bar in central Chesapeake Bay: Changes associated with shell planting and increased recruitment. Journal of shellfish Research 7:33-40.

Kebiasaan salah dalam menulis kutipan:

Menurut Pulungan (1988) dalam Effendi (2000). Penulis tersebut membaca sepotong kalimat tulisan Pulungan di dalam tulisan Effendi. Ini merupakan hal yang tidak diperkenankan. Penggunaan kata dalam dimaksudkan bila ada artikel Pulungan di dalam buku yang disunting oleh Effendi. Dalam hal ini Pulungan adalah penulis yang karangan aslinya dibaca, tetapi dimuat di dalam buku yang disunting oleh Effendi.

Merujuk Pustaka sebaiknya tidak mengutip secara harfiah.
Bacalah Pustaka tersebut dengan seksama lalu ambil intisarinya. Jangan sekali-kali mengutip kembali pernyataan kutipan yang ditulis oleh pengarang, sebab penapsiran orang lain bisa saja berbeda dengan tafsiran anda sendiri.


PARAGRAF

Kesatuan  hanya berisi satu gagasan
Kelngkapan  gagasan pokok dan gagasan penjelas
Kepaduan  ada kaitan antargagasan


Artikel  Deduktif (gagasan pokok di awal)

Bapak-bapak, balonku ada limaRupa-rupa warnanya Merah, kining, kelabu,merah muda dan hijau Meletus balon hijau Balon ku tinggal empat





Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar